Sudahkah Kamu Bergabung Di Komunitas Pak Rizky? [View|Join Now]

2.06.2017

Mengenang Peristiwa 7 Pebruari 1946 (Hari Pahlawan Rakyat Pagatan)

. 2.06.2017










Bangsa yang besar pasti akan menghargai jasa-jasa para pahlawannya…

Belajarlah dari sejarah dan jangan pernah sekalipun melupakan sejarah…

Untuk menyongsong masa depan yang lebih baik…

Tepat tanggal 7 Pebruari 1946 merupakan hari dan tanggal yang sangat bersejarah bagi masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu, khususnya di kota Pagatan. Apakah masyarakat menyadari makna yang terkandung dalam tanggal 7 pebruari 1946 tersebut, atau hanya dilewati sebagaimana hari-hari biasa saja secara seremonial? Sebagai suatu bangsa yang besar, setiap rentetan peristiwa sejarah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari eksistensi kehidupan bangsa yang bersangkutan, apalagi peristiwa sejarah tersebut merupakan suatu alur penting yang menentukan nasib dan masa depan bangsanya. Dengan demikian sejatinya setiap peristiwa sejarah itu harus menjadi tonggak kehidupan yang mampu dan berpotensi memberikan inspirasi dan semangat patriotisme yang lebih besar untuk generasi yang akan datang kelak.

Dalam tulisan ini saya tidak akan menjelaskan secara mendetail mengenai timbulnya peristiwa 7 Pebruari 1946 ini , namun saya akan lebih mengedepankan pada aspek kekiniannya untuk dijadikan sebagai bahan renungan bagi masyarakat Kalimantan Selatan dan hendaknya dapat mengambil makna yang terkandung didalamnya sebagai contoh aplikasi untuk diterapkan pada setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bertanah air.

Proklamasi 7 Pebruari 1946 merupakan suatu usaha mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945) oleh rakyat di Kalimantan Selatan, khususnya di daerah Pagatan yang menyatakan dukungan terhadap Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 serta wilayah Pagatan merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam usaha mempertahankan kemerdekaan itu pada kenyataannya tidaklah mudah, karena para pejuang harus melewati serangkaian perjuangan fisik dalam kurun waktu tahun 1945-1949, yang dirasakan sangat berat karena para pejuang dihadapkan untuk melawan pemerintah kolonial Belanda yang sangat kuat. Hati kita mungkin akan tergugah oleh semangat pantang menyerah yang dikobarkan oleh para pejuang, terlebih-lebih mereka harus meninggalkan keluarga tercinta, bapak-ibunya, saudara-saudaranya maupun isteri dan anak-anaknya, serta dari sisi pengorbanan tenaga, waktu dan pikiran bahkan taruhan nyawa sekalipun, untuk dapat memperjuangkan kemerdekaan yang sudah diproklamirkan dan terbebas dari belenggu penjajahan baik secara lahir maupun batin.




Eksistensi Pejuang di Pagatan

Berdasarkan rapat PPKI tanggal 19 Agustus 1945 yang menetapkan pembagian wilayah RI menjadi 8 Provinsi sebagai daerah pemerintahan (daerah administrasi) yang masing-masing dikepalai oleh seorang Gubernur pertama Provinsi Kalimatan Selatan yang di tetapkan adalah Ir. Pangeran Moehammad Noor.
Setelah menetapkan Gubernur dilengkapi dengan menetapkan ketua Komite Nasional Indonesia (KNI) dan ketua Partai Nasional Indonesia Daerah Kalimatan, Keputusan itu kemudian dibawa ke daerah untuk dilaksanakan. Akan tetapi merujuk pada ketentuan status quo sebagaimana ditentukan dalam syarat-syarat penyerahan Jepang kepada pihak Sekutu. Ketetapan-ketetapan itu praktis tidak dapat dilaksanakan karena tekanan serta halangan dari pihak Jepang. Halangan serupa juga dilakukan pihak Sekutu–NICA dengan keluarnya penegasan Kolonel Robson (pimpinan pasukan sekutu di Kalimantan) bahwa tidak ada pemerintah RI ketika ia bertemu dengan para tokoh rakyat yang ingin mulai melaksanakan terbentuknya pemerintah RI di Kalimantan.

Dengan adanya tekanan oleh Jepang dan Sekutu tersebut, maka Gubernur Kalimatan Ir. Pangeran Mohammad Noor lebih bersifat simbolik dari pada operasional, karena sejak diangkat menjadi Gubernur belum dapat menempati posnya. Meskipun demikian Gubernur Kalimatan tersebut berkantor di Yogyakarta, untuk menggariskan kebijaksanaan dalam mempimpin rakyat di Kalimantan. Guna memperlancar tugas-tugasnya, ia kemudian membuka kantor-kantor perwakilan di 3 tempat yakni : Tegal, Pekalongan dan Probolinggo, 3 kota pesisir Pulau Jawa berseberangan dengan Kalimantan Tengah  dan Kalimantan Selatan.

Pada tanggal 2 September 1945 dibentuk pula Badan Pembantoe Oesaha Goebernoer ( BPOG ) di Surabanya, yang bertugas mempersatukan seluruh potensi putera Kalimatan yang berada di Pulau Jawa dalam membantu perjuangan rakyat di Kalimatan.

Pada tanggal 1 September 1945, para tokoh elit lokal di daerah tersebut membentuk susunan pemerintahan peralihan dengan nama Badan Pembantu Republik Indonesia Pagatan.
Aggota-anggota BPRI di Pagatan terdiri dari;

1.      Andi Atjong : Penasehat Umum
2.      Andi Djufri : Wakil Rakyat
3.      Gusti Ibrahim : Wedana
4.      Mohammad Badri : Pertahanan Rakyat
5.      Andi Abdurrahman : Wakil Kepolisian

BPRI ini kemudian mengirim utusan ke Jawa dan menyatakan kepada pusat pemerintahan RI bahwa sementara susunan pemerintahan di Banjarmasin belum teratur dan akan terus langsung berhubungan dengan pusat pemerintahan di Jawa.
Menyikapi keberadaan tentara Sekutu-NICA yang telah menduduki Banjarmasin, maka para tokoh perjuangan Pagatan, para eksponen BPRI Pagatan serta tokoh masyarakat. Pagatan membetuk TKR / BKR tanggal 25 September 1945. Setelah terbentuknya TKR / BKR suasana perjuangan di Pagatan semakin menggelora.

Pada tanggal 1 Desember 1945 para pemimpin Pagatan, Tanah Bumbu dan Kotabaru bertemu di Pagatan melahirkan kebulatan tekad berupa sebuah mosi. Tanggal 6 Desember 1945 diproklamirkan mosi tersebut yang berbunyi :



Mosi rakyat Pagatan, Pulau Laut dan Tanah Bumbu

“ Dengan ini, kami seluruh rakyat Pagatan, Pulau Laut dan Tanah Bumbu Selatan menyatakan berdiri tegak dibelakang Republik Indonesia, hasrat seluruh rakyat disini, jika pihak NICA berani menginjakkan kakinya kedaerah ini, kami penduduk akan bersiap mempertahankannya, untuk membasminya dengan segala kekuatan nyang ada pada kami.

Pagatan, 6 Desember 1945
“MERDEKA”
Pemimpin Badan Pembantu Republik Indonesia
Pagatan

Tepat tanggal 7 Februari 1946, dengan gagah perkasa rakyat Pagatan mewujudkan sumpah mereka “MERDEKA atau MATI” dan berkobarlah perlawanan rakyat dikawasan ini mempertahankan tanah tercinta ini. Tanggal 7 Februari 1946 merupakan salah satu bagian khasanah sejarah patriotisme bangsa Indonesia.

Dengan menggunakan senjata serba sederhana dan bambu runcing, penduduk di daerah ini serempak bangkit menghadapi bala tentara Belanda yang bersenjata modern dan ingin kembali menanamkan kekuasaan. Hanya dengan tipu muslihat dan kebiadabannya, tentara Belanda mampu melewati benteng pertahanan rakyat.

Puncaknya tanggal 7 Februari 1946, di pagi hari yang menegangkan, mendaratlah di pantai Pagatan tentara Belanda, dengan tipu muslihat yang licik mereka menyamar sebagai pasukan bantuan yaitu sebagai pejuang – pejuang dari pulau Jawa. Di dada mereka terpasang lencana merah putih, sementara 5 buah kapal yang mengangkut tentara Belanda tersebut berlabuh di laut Pagatan dengan mengibarkan sang Dwi Warna di tiang kapal mereka.

Ketika pimpinan TKR menyambut mereka dengan penuh kemesraan, tiba-tiba tentara Belanda melakukan pengkhianatan. Pimpinan TKR dilucuti persenjataannya dan mereka ditawan, inilah awal dari pertempuran yang hebat itu, seluruh penduduk pelosok-pelosok desa serempak mengadakan perlawanan total selama 9 jam. Setelah 9 jam berlalu tentara Belanda mampu melewati pagar pertahanan rakyat dan mayat-mayat para syuhada pahlawan daerah ini, serta mampu mencapai pusat kota.

Sebagai bukti sejarah, kota ini mempersembahkan ke pangkuan Ibu Pertiwi tercinta, 37 orang syuhada sebagai kusuma bangsa. Mereka putra-putra terbaik daerah ini, gugurlah mereka dalam sumpah setia yang kemudian tak pernah kembali lagi. Darah dan air mata membasahi Ibu Pertiwi.
  
37 orang syuhada sebagai kusuma bangsa tersebut adalah :

1.      H. Muhammad Nurung
2.      Pua Tenga
3.      Ambo Muhayyang
4.      Anang Panangah
5.      Daeng Massiring
6.      La Dandu
7.      La Dalang
8.      Wa Condeng
9.      La Semmang
10.  La Kamile
11.   La Capa
12.  La Benga
13.  Ambo Malukung
14.  Abdurrahim
15.  La Rembang
16.  Daeng Patompo
17.  Haji Muing
18.  La Sennung
19.   La Gebe
20.  La Beddu
21.  La Ongke
22.  La Patiroi
23.  La Tenggang
24.  La Saleng
25.  Lemmang
26.  Pua Are
27.  La Temmi
28.  Wa Nakka
29.  La Huje
30.  La Mashude
31.  La Muda
32.  La Nateng
33.  Ambo Tero
34.  La Dewa
35.  La Beddong
36.  Abdurrahman
37.  Pahlawan tak dikenal

Untuk mewariskan kepada generasi yang akan datang tentang semangat jiwa kepahlawanan 7 Februari di kota ini, maka setiap 7 Februari selalu diperingati sebagai Hari Pahlawan Pagatan.


Refleksi untuk membangun Kal-Sel

Dari paparan singkat diatas kita dapat mengetahui bagaimana para pejuang maupun rakyat di Pagtatan berjuang tanpa lelah dan henti untuk mengusir para penjajah di Banua ini. Air mata, darah, bahkan nyawa, mereka korbankan untuk melawan keberadaan bangsa asing untuk menjajah kembali. Pahit getirnya perjuangan tersebut memperoleh hasilnya dengan tetap berdirinya negara ini sampai Peristiwa 7 Pebruari 1946 secara fundamental menyatakan rakyat di Pagatan khususnya dan Kalimantan Selatan pada umumnya, bahwa Kalimantan Selatan merupakan bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan secara mutlak menyatakan menentang praktek-praktek kolonialisme dan Imperialisme.

Hendaknya bagi rakyat Kalimantan Selatan saat ini yang menikmati buah dari kemerdekaan, meneladani kontibusi yang telah di lakukan oleh para pejuang, yang dengan gigih memperjuangkan kemerdekaan. Memperoleh kemerdekaan tidak semudah yang kita bayangkan, karena melalui serangkaian revolusi fisik yang sangat berat dan penuh dengan pengorbanan. Saatnya sekarang rakyat Kalimantan Selatan merenungkan diri dari pengalaman historis Peristiwa 7 pebruari 1946 ini. Jadi bukan hanya diperingati setiap tahunnya, melainkan di refleksikan dengan tindakan nyata untuk membangun Banua ini kearah yang lebih baik. Kepada pemimpin di daerah ini diharapkan dengan sungguh-sungguh dapat melaksanakan pembangunan Kalimantan Selatan seutuhnya, dan bukan hanya untuk kepentingan pribadinya sendiri saja agar tercapai pembangunan yang adil dan merata.

Kiranya bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai jasa-jasa pahlawannya, oleh karena itulah hendaknya agar masyarakat Kalimantan Selatan tidak melupakan para pejuang yang berjuang dan brkorban untuk memperoleh kemerdekaan bagi Banua ini. Pemerintah daerah hendaknya dapat memperhatikan masa depan para veteran perang, dengan memberikan santunan kepada mereka atas jasa-jasanya selama ini sehingga masa tua mereka dapat terjamin dengan baik. Sebagai orang yang hidup di bumi Kalimantan Selatan, kita mempertanyakan mengapa Pertempuran 7 pebruari 1946 di Pagatan yang merupakan peristiwa bersejarah ini sangat sedikit bahkan hampir tidak ada dikemukakan oleh penerbit-penerbit buku teks sejarah nasional khususnya bagi tingkat persekolahan. Padahal tidak sedikit sumbangsih rakyat Pagatan dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia. Kiranya perlu dikaji dan di pertimbangkan oleh pemerintah bahwaperjuangan rakyat Pagatan merupakan salah satu pertempuran besar dalam rangka mempertahankan kemerdekaan negara ini.  

Terlepas dari semua itu hendaknya kita dapat mensyukuri nikmat kemerdekaan yang sekarang ini telah kita rasakan, khususnya bagi generasi muda kiranya dapat mengambil contoh dari para orang-orang terdahulu kita yang berjuang dengan semangat pantang menyerah yang tinggi dan tanpa mengenal lelah memperjuangkan kemerdekaan bagi kita semua. Para pejuang tidak ingin satu jengkal pun wilayah negara ini dirampas begitu saja oleh penjajah, dan mereka mempunyai integritas yang tinggi dalam bentuk harga diri yang tidak ingin mereka jual bagi kepentingan bangsa imperialis. Mari kita bersama merefleski segala bentuk perjuangan pahlawan dan berusaha membangun bangsa dan negara ini kearah yang lebih baik dan berdaya saing di dalam perkembangan global dewasa ini tanpa harus menjual harga diri bagi kepentingan asing. MERDEKA!!!

2 komentar:

Agen Casino mengatakan...

Mantab banget artikelnya gan.. Thanks atas infonya gan..

Agen Casino
Agen Casino Online
Agen Casino Online Terpercaya
Agen Baccarat
Agen Baccarat Online
Agen Baccarat Online Terpercaya
Bandar Casino
Bandar Casino Online
Bandar Casino Online Terpercaya
Casino Terpercaya
Casino Online
Agen Casino Terpercaya
Agen Sicbo Online
Agen Sicbo Online Terpercaya
Agen Casino Terbaik
Situs Casino Online Terpercaya
Agen Kasino

ONLINE mengatakan...

http://beritaterkini7789.blogspot.com/2017/11/masya-allah-rela-disetubuhi-hanya-demi.html

- Inilah Saatnya Menang Bersama MejaVIP
Situs Impian Para pecinta dan peminat Taruhan Online !!!
Hanya Dengan 1 id bisa main 7 games boss!!!
CAPSA SUSUN | PLAY POKER | BANDAR POKER | BandarQ | Domino99 | AduQ | SAKONG Terbaik


Keunggulan MejaVIP
- MINIMAL DEPO & WD 15.000
- PROSES DEPO & WD TERCEPAT
- KARTU-KARTU BERKUALITAS DISAJIKAN
- CS RAMAH & INSPIRATIF SIAP MEMBANTU 24JAM
- TIPS & TRIK MENJADI KEUNGGULAN SITUS INI
- DAN KAMI MEMILIKI BONUS NEW MEMBER 20% BOSKU

Tunggu apalagi Boss !!! langsung daftarkan diri anda di MejaVIP
Bagaimana cara mendaftar? SIMPEL boss!!!
cukup kunjungi kami MejaVIP
klik daftar dan daftarkan diri anda
atau bisa juga melalui live chat dan dan cs kami akan membantu anda 24jam bos!!
Ubah mimpi anda menjadi kenyataan bersama kami!!!
Dengan Minimal Deposit dan Raih WD sebesar" nya!!!

Kami tunggu kehadiran bosku yah^^

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Sudah Baca Postingan Yang Ini :

 
Powered by  MyPagerank.Net Add to Technorati Favorites Site Meter site statistics
© Copyright 2007-2008. Aha Blog . All rightsreserved | Aha Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by Aha