Sudahkah Kamu Bergabung Di Komunitas Pak Rizky? [View|Join Now]

2.24.2008

Memaknai Peringatan Hari Ibu

. 2.24.2008

Setiap tanggal 22 Desember merupakan hari yang bersejarah buat makhluk manusia yang bernama ibu. Namun, apakah semua orang mengetahuinya sekarang ini? Atau hanya melewatkan rangkaian hari terspesial itu begitu saja, sebagai mana hari biasa? Terlepas dari pertanyaan yang mendasar tersebut hendaknya kita sebagai generasi muda dapat memaknai dan merefleksikan peringatan hari ibu tersebut sebagai ungkapan rasa cinta kepada ibu yang telah melahirkan ke alam dunia. Tanpa menampik kenyataan yang ada, figur ataupun sosok ibu merupakan posisi sentral yang sangat menentukan tunas-tunas generasi yang akan datang. Ibu merupakan orang yang melahirkan kita kedunia, bahkan salah satu hadits Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa, “surga itu ada di telapak kaki ibu”. Disini tersirat makna bahwa sosok ibu mempunyai makna yag mendalam terhadap eksistensi perkembangan seorang anak manusia didalam mengarungi alam dunia. Seorang ibu dengan melalui perjuangan yang berat, telah berupaya menjaga dan melindungi jabang bayinya selama sembilan bulan, tanpa pernah mengeluh dengan keadaannya yang semakin letih dan berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan kita kedunia, bahkan tidak sedikit yang harus mengorbankan nyawanya sekalipun. Seorang ibu merawat, membesarkan dan mendidik anak-anaknya dengan penuh cinta dan kasih sayang yang tak terhingga dan tidak dapat ditukar dengan uang bahkan harta yang begelimangan seperti dilautan sekalipun.

Sebagai seorang
manusia yang dilahirkan oleh seorang ibu, saya menaruh penghormatan dan bakti yang tiada pernah lapuk oleh zaman kepada seorang ibu. Namun apabila sekarang ini kita melihat berbagai persoalan yang mendera seorang ibu, mungkin hati akan teriris-iris mendengarnya. Banyaknya kasus di media yang memberitakan seorang ibu dengan tega menganiaya anak kandungnya sendiri baru-baru ini, hendaknya dapat disikapi dengan bijak. Kita sebaiknya dapat melihat dari sudut pandang dan latar belakang yang mempengaruhi seorang ibu dapat bertindak sedemikian nekadnya. Ada yang kalanya seorang ibu dapat terkena depresi akibat mengalami tekanan-tekanan yang hebat dalam batinnya. Problematika rumah tangga disinyalir merupakan alasan yang kuat dan mendasari tindakan-tindakan yang dilakukan oleh seorang ibu. Keadaan psikologis seorang ibu sangat menentukan sekali perilakunya di dalam menciptakan kondusif tidaknya rumah tangganya. Kita tidak dapat menampik sedemikian rupa bahwa tuntutan hidup yang mendesak, dapat membuat seseorang berubah menjadi sosok dirinya yang lain. Tidak terkecuali bagi seorang ibu sekalipun, sebagai manusia biasa ia juga memiliki keterbatasan dan kekurangan. Namun hendaknya seorang ibu tidak lupa kodratnya bahwa ia mempunyai tanggung jawab yang besar dalam menjalankan amanah yang ia punyai didalam kehidupan ini.

Berdasarkan wacana diatas kita hendaknya dapat menarik benang merah yang sangat berarti didalam kajian pembelajaran yang essensial di dalam memaknai hidup yang sesungguhnya. Sangat riskan sekali seringnya kita melihat berbagai macam permasalahan yang timbul akhir-akhir ini, yang sangat berpengaruh kedalam diri seorang ibu. Sangat wajar apabila peran serta pemerintah dalam mensejahaterakan kehidupan masyarakat, yang tak terkecuali manfaatnya dirasakan bagi sosok ibu sekarang ini. Upaya pemerintah di dalam mengurang tingkat kematian ibu melahirkan hendaknya terus digalakkan melalui layanan-layanan publik yang memadai, baik itu melalui puskesmas maupun posyandu-posyandu yang ada. Berdasarkan data, Indonesia merupakan negara yang mempunyai rating tertinggi di Asia dalam urusan angka kematian ibu melahirkan.Untuk itu peran serta pemerintah hendaknya dapat sesegera mungkin untuk mengurangi angka kematian ibu melahirkan. Selain itu kegiatan penyuluhan-penyuluhan kesehatan di daerah-daerah terpencil yang dikategorikan sebagai daerah rawan angka kematian ibu melahirkan hendaknya menjadi agenda yang perlu diprioritaskan. Sehingga tingkat kesejahteraan hidup seorang ibu setidaknya dapat terjamin dengan baik. Semoga dengan diperingatinya hari ibu yang tepat tanggal 22 Desember ini kita dapat memaknai sosok ataupun figur dari seorang ibu…. Happy B’ Day Mom….

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Sudah Baca Postingan Yang Ini :

 
Powered by  MyPagerank.Net Add to Technorati Favorites Site Meter site statistics
© Copyright 2007-2008. Aha Blog . All rightsreserved | Aha Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by Aha