Sudahkah Kamu Bergabung Di Komunitas Pak Rizky? [View|Join Now]

7.11.2008

Waspadai Politisi Busuk, Yang Makin Busuk!

. 7.11.2008


Tidak terasa negara kita sebentar lagi akan dihadapkan oleh Pemilu yang menjadi agenda rutin setiap lima tahun sekali. Tepatnya tahun 2009 nanti momentum Pemilu dijadikan sebagai ladang empuk untuk menduduki tahta menuju RI 1. Masing-masing Parpol (Partai Politik) menunjukkan geliat mereka akhir-akhir ini. Setelah KPU (Komisi Pemilihan Umum) menetapkan Parpol-Parpol mana saja yang akan berpartisipasi pada Pemilu nanti, mulailah mereka melakukan “gerilya” untuk mencari dan menarik simpati masyarakat melalui berbagai kampanye-kampanye. Hal ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dunia perpolitikan, dimana Parpol menetapkan “jagoan” yang akan diusung mereka untuk bertarung memperbutkan kursi panas yang merupakan puncak dari legitimasi tertinggi untuk mendapatkan kekuasaan. Hal yang sangat perlu kita perhatikan saat ini adalah bagaimana kita dapat menentukan sikap dalam melihat dan memandang realita yang terjadi saat ini secara objektif. Tentunya kita dapat belajar dari pengalaman dimasa lalu, dengan berpandangan pada cerminan masa lalu setidaknya membuat kita dapat mengkomparasikan keadaan masa lalu dengan masa sekarang.

Banyak faktor yang membuat seseorang ingin memperoleh kekuasaan, namun banyak juga yang ingin mendapatkan kekuasaan itu dengan cara-cara yang tidak benar bahkan curang. Sebagaimana contohnya kita dapat menilainya sendiri saat ini, para politisi seakan-akan mempunyai cara yang paling ampuh untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan mereka. Tetapi pada dasarnya mereka semua mengatasnamakan “rakyat”, dimana dalam setiap kampanye-kampanyenya tentu saja mereka memberikan janji-janji kepada rakyat agar memilih mereka menjadi sebagai penguasa nantinya. Para politisi tersebut dengan manisnya merayu rakyat untuk memilih mereka, dalam hal ini cara yang paling ampuh adalah dengan mengutarakan janji-janji mereka apabila terpilih kelak. Mudah-mudahan saja janji-janji mereka (Politisi) tidak palsu… Tapi pada kenyataannya banyak politisi yang mengingkari janjinya apabila mereka telah sukses mendapatkan kekuasaan, seakan-akan lupa dengan janji yang telah diucapkan mereka. Kecewa, tentu saja rakyat yang kecewa karena memilih politisi yang berakhlak seperti itu! Efeknya sendiri dapat kita rasakan bahwa semakin banyak rakyat yang golput (tidak memilih), maka tingkat kepercayaan rakyat terhadap politisi sangat rendah. Akhirnya rakyat melek terhadap kondisi perpolitikan saat ini dan mereka tidak dapat dibodohi lagi. Untuk itu kita hendaknya dapat memetik pelajaran dari pengalaman terdahulu agar nantinya pilihan kita benar-benar orang yang dapat mengemban amanat rakyat, tanpa ada embel-embel golongannya. Namun kiranya akhir-akhir ini kita sulit menemukan yang seperti itu… Betul tidak? Terlepas dari itu semua, sebagai masyarakat awam kita betul-betul dapat memilih calon pemimpin yang pro dengan suara hati rakyatnya, agar kita tidak menyesal dikemudian hari… Membawa Negara ini kearah yang lebih baik lagi kedepannya… SEMOGA…

2 komentar:

abah_ahim mengatakan...

sussah sih....!!!coz rakyat dah pada ngenal DUIT!!!pemerintah SBY jg dah ngedidik rakyat lwt BLT....lgian jg 10 thn kdpn kayknya indonesia susah bangkit dari keterpurukan, bukan era pasar bebas tapi kita bebas diinjak2 ma orang luar!!!jd ingat simposium SOSAN, bule jepang bcr ma bule aussie pake bhs indonesia!!??cape deh...

M. Rizky Adha mengatakan...

Kalo gitu rakyat baiknya nggak usah kenal duit ya Bah?he...:)) Jangan pesimis gitu ahh... Sebagai orang yang dilahirkan di tanah Indonesia, kita hendaknya dapat membangkitkan spirit untuk lepas dari keterpurukan multidimensional... Untuk itu disini sangat penting rasa Nasionalisme tumbuh mengakar dengan kuat... Ini negara dan bangsa kita! Jangan mau kita diinjak-injak!!! x(

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Sudah Baca Postingan Yang Ini :

 
Powered by  MyPagerank.Net Add to Technorati Favorites Site Meter site statistics
© Copyright 2007-2008. Aha Blog . All rightsreserved | Aha Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by Aha